Kamis, 22 Desember 2011
Selasa, 13 Desember 2011
Aku Penentu untuk Kehidupan Baikku..
Hidupku...
Aku yang menentukan..
Apakah aku akan bahagia atau tidak..
Apakah aku ingin baik atau tidak...
Bukan kamu, orang lain dan bukan siapa-siapa...
Tapi aku..
dan dengan ijin Tuhanku tentunya...
Aku Penentu untuk kehidupan baikku..
This could really be a good life, a good, good life
Sabtu, 10 Desember 2011
Tenang..
(Berada disini, dan menikmati salah satu anugerah terindah dari Tuhan, adalah salah satu wujud tenanganku)
Sesuatu yang paling tenang adalah..
Ketika kamu melupakan atas apa yang telah kamu maafkan kepada seseorang..
Isn't? ;)
Mencoba terus memaafkan dan melupakan apapun yang telah menyakiti...
Yang telah melukai..
Dan yang telah membuat airmata ini mengalir tanpa henti..
" Ternyata lebih mudah memaafkan daripada melupakan sesuatu yang pernah menyakiti kita"
Meskipun sulit, berusahalah..
Untuk membuangnya jauh...
Setiap mimpi buruk yang ada adalah keterpurukan yang menjerumuskan..
Sayangi dirimu, hatimu dan orang-orang yang berusaha memperbaiki kesalahannya untukmu..
Ketahuilah..
Kesempatan tak pernah datang dua kali..
dan ketika kamu memperolehnya..
Gunakan kesempatan itu dengan mengisinya dengan kebahagiaan,,
Jangan penah menengok kebelakang..
Karena waktu tak pernah bisa kembali..
Ambil waktumu..
karena kamu berhak untuk bahagia...
Dedicated to: Semua teman, sahabat dan saudara yang pernah merasakan hal yang sama,,,
"kita layak untuk bahagia"
Jumat, 09 Desember 2011
Lights Will Guide You Home
Tears come streaming down your face
I promise you I will learn from all my mistakes
Tears come streaming down your face
And I
Lights will guide you home
yaaah..
i'm still waiting in here...
Selasa, 06 Desember 2011
Duniaku...
Jingga..
Adamu dan padamu semua menjadi lebih bermakna..
Jingga..
Adamu dan karenamu semua menjadi lebih berwarna..
Jingga..
Untuk sebuah kesendirian dan menjadikannya kesedihan..
Tanpa makna tersirat bahkan tersurat..
Jingga..
Adamu, padamu dan karenamu
Menjadikan aku, dia, bahkan mereka..
Sebuah dunia dan kotak kecil dalam sebuah cinta..
Jingga..
Karenamu aku mengenal senja...
Sabtu, 03 Desember 2011
Rabu, 19 Oktober 2011
Tidak Ada Judul..
Hujan..
Membawaku pada satu rasa..
Membawaku pada satu keinginan..
Membawaku pada satu titik..
Kerinduan..
Membiarkan segala yang ada padanya terbang..
Bebas melayang tanpa gangguan..
Bermandikan rintik air dari surga..
Basah dan menggigil kedinginan..
Jika itu syarat mengobatinya..
Aku mau, aku bersedia..
Menggigil, dingin dan basah...
Agar rasa dan keinginan ini terobati..
Aku bersedia..sangat bersedia..
Tapi jiwa rapuh ini tak bertandu
Terus membawaku pada rasa yang entah apa namanya..
Mendeskripsikannyapun aku tak mampu..
Lidah ini kelu, berat untuk bergerak
Terbata, diam dan hening tanpa suara..
Aku merindukan sosokmu...
Jumat, 14 Oktober 2011
Waktuku
Menengok kembali pada benda bulat ditanganku..
Waktu disini cepat sekali berlalu..
Heei..adakah yang bisa menghentikan jarum jam ini bergerak??
Atau setidaknya memperlambatnya..
Ayolaaah...adakah yang mau membantuku??
*miris..
Meminta sesuatu yang tak mungkin bisa terjadi..
Tuhan..
Aku tak ingin waktuku habis terbuang dengan percuma..
Aku ingin terus seperti ini..
Setidaknya ini yang membuat aku tenang saat ini..
Tapi waktuku hampir habis..
Waktuku hampir habis..
hampir habis..
Dan habis..
Lalu..
Kembali aku dengan waktuku yang sebenarnya..
menghabiskannya dengan sebenar-benarnya..
hmmph..
Menengok kembali pada ruang waktu diujung sana,,,
Aku mau kembali kesaat itu..
*terbangun..Lalu melanjutkan kembali aktivitasku
Rabu, 28 September 2011
Paaa.. Miss u soo..
![]() |
| In Memoriam My Big Papa..You're always the best i ever had |
Di matamu masih tersimpan selaksa peristiwa
Benturan dan hempasan terpahat di keningmu
Kau nampak tua dan lelah, keringat mengucur deras
namun kau tetap tabah hm...
Meski nafasmu kadang tersengal
memikul beban yang makin sarat
kau tetap bertahan
Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari
kini kurus dan terbungkuk hm...
Namun semangat tak pernah pudar
meski langkahmu kadang gemetar
kau tetap setia
Ayah, dalam hening sepi kurindu
untuk menuai padi milik kita
Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan
Anakmu sekarang banyak menanggung beban
Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari
kini kurus dan terbungkuk hm...
Namun semangat tak pernah pudar
meski langkahmu kadang gemetar
kau tetap setia
Note: Paaa... Kangen bapa sangat..
Seandainya waktu bersamamu bisa lebih lama..
Pasti Rasa ini tidak akan pernah aku rasakan..
Paaa...
Bahagia selalu untuk bapa ditempat terindah..
Sayang bapa selalu...
Selasa, 27 September 2011
Rindu..
Kamu..
Tanpa perasaan masuk ke dalam tubuhku..
Terus bergerak cepat mengalir disetiap relung jiwa..
Membuncah, meledak, mengelegar terus dan terus..
Dan akhirnya diam tak bergerak pada satu titik..
Tempat itu adalah hatiku..
Kamu berada disitu
Diam..tenang dan terkadang menyisakan sakit..
Yah kamu...kamu..
Kamu adalah rindu..
Yaaa..Kamu adalah rindu..
Jumat, 23 September 2011
4 u Mama...
Sayang mamaku selalu..
Hanya berada didekatmu saat ini yang mampu aku lakukan..
Agar senyum dan kebahagiaan selalu bersamamu..
Mama..
Seperti matahari mama selalu menyinariku..
memberi semangat padaku..
slalu berada apapun keadaanku...
Mama..
Dirimu begitu berharga untukku..
maafkan aku yang masih bisa membahagiakanmu..
sayang mamaku selalu
Kamis, 22 September 2011
PagiKu Berbeda..
Pagi membuncah malam..
Mengembarakan sementara ribuan bintang tak bertuan..
Apakah ada bedanya untukku??
Ketika terbangun masih sama kurasakan..
Tidak ada perubahan..
Masih terasa gelap..
Tak ada pagi..
Tak ada terang..
Tak ada matahari..
Matahari..
Tidakkah kau merasakan..
Aku merindukanmu..
Aku menantikan sinarmu..
Cahayamu..
Untuk menerangi gelapnya hariku..
Seperti hatiku...
"hari yang tidak bersemangat.."
Rabu, 21 September 2011
Dialog dengan Tuhanku
Aku : Tuhan...aku ingin bahagia..
Tuhan : Kamu pasti akan bahagia, tapi bersabarlah...tunggu waktunya..itu janjiKu
Aku : Tapi dengan caraku Tuhan..aku ingin bahagia dengan caraku..aku ingin pendamping yang sesuai dengan pilihanku, mauku..aku ingin bekerja sesuai dengan keinginanku, mauku..aku ingin pergi kemanapun aku mau, tanpa ada yang menghalangiku..aku ingin menentukan semua dengan caraku,,caraku Tuhan
Tuhan : Apakah dengan begitu kamu akan bahagia??
Aku : Yaaa Tuhan..pasti..
Tuhan : Yakin??
Aku : Aku yakin Tuhan..
Tuhan : Lalu bagaimna pendampingmu??apakah kamu sesuai dengan keinginannya??dengan pekerjaanmu??apakah dia mau berbagi rejeki denganmu??kemudian orang-orang disekitarmu??apakah mereka bisa menerimamu??kamu ingin menentukan bahagiamu, tapi kamu tidak mengetahui apakah mereka bahagia dengan keadaan yang kamu tentukan..apakah dengan begitu kamu bisa bahagia??kamu tertawa sendiri, kamu menikmati bahagiamu sendiri..itu yang menurutmu bahagia??tidak kamu tidak akan bahagia dengan kondisi seperti itu...hanya AKU yang tahu bagaimana cara membuatmu bahagia..dan hanya aku yang tahu seperti apa bahagia yang layak dan pantas buatmu juga waktu yang tepat untukmu..
Aku : Lalu kapan waktuku itu Tuhan??
Tuhan: Tunggulah..kamu pasti akan mendapatkannya, semuanya..tepat pada waktunya..
"Bukankah kita hidup butuh pengharapan??setiap pengharapan kita adalah doa..Tuhan terlalu tahu mana yang terbaik untuk kita..Jadi lakukan kewajiban kita, biar Tuhan yang melakukan pekerjaanNya.."
Sunset di Kotaku
Warna warni jingga tampak dikejauhan..memupus kelam pada langit tak bertiang..Terlihat warna kuning emas dalam gelap tampak lebih dominan dibandingkan dengan warna yang lainnya, memberikan keindahan lain pada bentuk alam sesungguhnya..Subhanallah..nikmatMu begitu besar untukku ya Allah...seakan tak hentinya hati berdendang. Dengan segelas lemon tea, dan french fries..menghabiskan waktu memandangi salah satu wujud dari adanya Enkau Ya Rab..
Sunset..dikotaku Balikpapan...
Selasa, 20 September 2011
Aku dan Pikiranku..
Membelah langit tak bertiang..
Berjelaga dalam penat tak bertuan..
Kamukah satu diantaranya??
Meninggalkan rasa yang entah apa namanya..
Siapa gerangan tuan??
Menebar cinta dengan sejuta pesona..
Menyimpan racun tanpa ada penawarnya...
Membuat hati luluh dan siap untuk terkoyak..
Bukankah saat kita menyatakan diri kita siap mencintai, disitu juga tersirat bahwa kita siap untuk kehilangan??
Langganan:
Komentar (Atom)












